Untuk laki laki dengan segala kelabilan dalam diri nya....
Terimakasih sudah mengajarkan aku bagaimana cara sabar memperjuangkan segala nya, yang biasa orang sebut cinta.
Sebelum menemukan mu aku sepertinya berantakan, melakukan segala sesuatunya atas dasar kesenangan. Semua orang pun tau pertemuan adalah sebuah takdir, namun perpisahan adalah sebuah pilihan.
Aku adalah seseorang yang tertata rapi pada pandangan orang-orang yang hanya melihat dan memandang ku dari luar, tapi jauh dari yang mereka tau, I'm not as good as they think, dan kamu sangat paham betul tentang itu.
Aku tidak pernah menilai mu buruk, atau bahkan tidak pernah menilai mu baik, setiap manusia punya kedua sisi tersebut, tergantung dari sisi mana seseorang mengenal mu, dan aku melihat mu dari kedua sisi yang kamu miliki. Jauhkan dari pembicaraan ini, aku hanya ingin kamu tau, setelah mengenalmu semua terasa lebih bijak. Aku belajar bagaimana seharusnya aku berlaku sabar ketika lawan bicara ku sedang dalam keadaan kalut, aku belajar bagaimana seharus nya mengerti saat perasaan ku tidak bisa menerima apa yang sedang lawan bicara ku inginkan, aku belajar bagaimana melemah ketika lawan bicara ku mengeras, aku belajar bagaimana bertahan saat semua pilihan terlihat diujung pengelihatan, mengalah setelah semua pertengkaran terjadi.
Ketahuilah, aku baru saja menuliskan cerita mu, cerita kita, namun kamu memilih menyudaihi semuanya, sesuatu yang baru ingin ku mulai.
Tidak apa, kamu memang harus melanjutkan langkah, dengan ku mungkin langkah mu terasa berat. Ku lepaskan genggaman ku, berharap setelah ini langkah mu bisa berjalan lebih cepat. Dengan melapangkan hati, aku akan berhenti menguntit mu, membebani mu, juga berhenti menuliskan mu dalam cerita cerita ku....
Jika suatu saat kamu membaca ini, ketahui lah aku sudah merelakan mu...
berbahagialah, kamu pantas menemukan seseorang yang jauh lebih baik dari apa yang kamu miliki sekarang.