Sunday, June 14, 2020

Aku Benci

Aku benci.
aku benci pada mu,
aku benci pada perasaan ku,
aku benci pada rasa yang terus terusan menghantui ku.
kamu harus tau, ada banyak amarah yang ku tahan agar tidak keluar dari mulut ku, agar kita dapat berjalan seperti apa yang engkau inginkan. tapi kamu juga harus tau, air saja jika terus terusan kau tuangkan dalam gelas akan penuh dan kemudian tumpah, bisa kamu bayangkan bagaimana jika ruang penyimpanan ku diisi terus menerus oleh amarah yang tidak pernah tersampaikan akan menjadi seperti apa ?
aku benci pada rasa ku, rasa yang akhirnya membawa ku pada sebuah ketakutan untuk mengeluarkan amarah ku, menyapaikan ketidak sukaan ku, kamu harus tau aku kalah pada rasa ku pada mu.
aku iri pada mereka yang dapat dengan lantang menyampaikan amarah nya tanpa ada rasa takut kehilangan orang yang ia sayangi, aku juga ingin seperti mereka, tapi aku tidak pernah bisa, aku takut kehilangan sosok mu dalam hidup ku.
bagiku, menahan amarah akan jauh lebih ringan ketimbang suatu hari nanti harus menerima kenyataan kehilangan mu.
untuk mu, aku sampaikan, tolong....
tolong sedikit mengerti aku, ada dada yang selalu sesak menahan amarah nya hanya untuk tetap mempertahan kan sosok mu agar terus ada disisi nya, dan itu adalah aku.

No comments:

Post a Comment